Aku tersenyum menyadarinya...
ketika merindukan punggungmu...
entah ada yang mengiris tipis
melukaiku
Aku ternyata tak hanya mengagumimu
kenapa aku harus menangis ketika merindumu
tak seharusnya begini ketika tak mencinta
kamu membuatku terdiam
Melukis bayangmu,..
aku baru tahu itu pekerjaan sulit
terima kasih sudah hadir
terima kasih telah mewarnaiku
mebuatku rindu
membuatku bisa menangis sekarang
Aku tertawa bertanya kenapa air mataku berlinang
padahal belum sempat,
belum sempat melihatmu
belum sempat tersenyum padamu
belum sempat melukismu
semuanya belum sempat...
Iya mungkin hanya tersimpan..
terima kasih...
telah menjadi rembulan sebelum fajar tiba
walaupun sebenarnya engkau adalah sang fajar..
maaf aku yang menjadi rembulan
hanya akan melihatmu dari belakang..
selamat..
aku tidak ingin tinggal
walaupun sebenarnya aku ingin,,
ingin aku membuka mata
dan sebenarnya melihatmu, bukan yang lainnya..
terima kasih..
sudah menjadi Mentari :)
Thursday, October 3, 2013
Tuesday, June 4, 2013
Mawar Menangis
Senja ini kulihat mawar berduri
Kokoh tertancap di tanah,
Warnanya menggoda setiap mata
Berhenti terpaku oleh pesonanya
Kuhampiri sosoknya yang tegar
Telunjukku pun tertusuk durinya
Darah segar mengalir membasahi kulitku
Dan kuteteskan air mataku
Air mata di kelopak mawar
Kupandang dalam-dalam
Apakah kau berdoa mawar?
Apakah kau berduka mawar?
Masih perih kurasakan
Masih kurasakan tangisnya
Ia bertanya kepada Tuhan
"Kenapa aku berduri"
Ia menatapku tajam
"Kenapa aku diciptakan menjadi makhluk tegar?"
Ia memandang sendu rumpun melati di kejauhan
"Tidak bisakah aku dilahirkan menjadi selemah melati?"
Akupun menghiburnya
Mungkin jika tak tegar dan berduri,
Kamu bukanlah mawar
Aku meninggalkannya dengan tersenyum
Biarkanlah semua yang melukaimu
Membuatmu meneteskan airmata,
Berlalu..
Biarkanlah mereka bahagia seakan tak pernah mengenalmu
Apakah lebih baik perasaanmu mawar?
Ia pun tersenyum
Berterima kasih atas kepergianku
Kokoh tertancap di tanah,
Warnanya menggoda setiap mata
Berhenti terpaku oleh pesonanya
Kuhampiri sosoknya yang tegar
Telunjukku pun tertusuk durinya
Darah segar mengalir membasahi kulitku
Dan kuteteskan air mataku
Air mata di kelopak mawar
Kupandang dalam-dalam
Apakah kau berdoa mawar?
Apakah kau berduka mawar?
Masih perih kurasakan
Masih kurasakan tangisnya
Ia bertanya kepada Tuhan
"Kenapa aku berduri"
Ia menatapku tajam
"Kenapa aku diciptakan menjadi makhluk tegar?"
Ia memandang sendu rumpun melati di kejauhan
"Tidak bisakah aku dilahirkan menjadi selemah melati?"
Akupun menghiburnya
Mungkin jika tak tegar dan berduri,
Kamu bukanlah mawar
Aku meninggalkannya dengan tersenyum
Biarkanlah semua yang melukaimu
Membuatmu meneteskan airmata,
Berlalu..
Biarkanlah mereka bahagia seakan tak pernah mengenalmu
Apakah lebih baik perasaanmu mawar?
Ia pun tersenyum
Berterima kasih atas kepergianku
Thursday, April 4, 2013
Seorang Air
Mengagumimu itu seperti air,
sungguh mengalir,
menyejukkan,
dan kadang sangat menenangkan..
Semangatku seperti kembali timbul,
berjanji tak akan surut,
dimana asap itu mengepul
di situ ada suatu ketegaran yang mendalam
Memaafkan seseorang yang pernah mencintaimu secara dalam
dan secara dalam pula telah melukaimu
bagaimana kamu bisa?
Senyummu yang tenang seperti tidak bisa kujangkau
di kepalamu penuh rasionalitas
tapi hatimu juga tulus,
bagaimana bisa?
Seandainya, aku tidak mendekat sekarang,
apa aku bisa mengenalmu?
Terima kasih telah mencuri perhatianku :)
sungguh mengalir,
menyejukkan,
dan kadang sangat menenangkan..
Semangatku seperti kembali timbul,
berjanji tak akan surut,
dimana asap itu mengepul
di situ ada suatu ketegaran yang mendalam
Memaafkan seseorang yang pernah mencintaimu secara dalam
dan secara dalam pula telah melukaimu
bagaimana kamu bisa?
Senyummu yang tenang seperti tidak bisa kujangkau
di kepalamu penuh rasionalitas
tapi hatimu juga tulus,
bagaimana bisa?
Seandainya, aku tidak mendekat sekarang,
apa aku bisa mengenalmu?
Terima kasih telah mencuri perhatianku :)
Thursday, March 28, 2013
Pencuri
Pencuri itu kamu..
Diam-diam tak terlihat
Tak ada tatapan
Tak ada suara
Tapi sosokmu berbisik
"lihat aku"
Tidak seketika itu aku berpaling,
Berlama-lama tak kenal waktu
Tak tertarik sekuat magnet
Tapi cukup lamban untuk membuatku bisa mendekat
Sosokmu semakin kucari ketika menghilang
Ketika kamu menghilang aku baru muncul
Dan aku mencurigaimu,
Kamu telah mencuri sesuatu..
Dan itu hatiku.. :)
Diam-diam tak terlihat
Tak ada tatapan
Tak ada suara
Tapi sosokmu berbisik
"lihat aku"
Tidak seketika itu aku berpaling,
Berlama-lama tak kenal waktu
Tak tertarik sekuat magnet
Tapi cukup lamban untuk membuatku bisa mendekat
Sosokmu semakin kucari ketika menghilang
Ketika kamu menghilang aku baru muncul
Dan aku mencurigaimu,
Kamu telah mencuri sesuatu..
Dan itu hatiku.. :)
Subscribe to:
Posts (Atom)